Kamis, September 24, 2009

IA PUN BUTUH DIHARGAI...!!!

Ada sebuah cerita yang mungkin bisa menjadi inspirasi anda dalam menghargai sesuatu. Dan cerita ini bukanlah sebuah karangan tetapi diambil dari salah satu kisah HANDZOMERZ yang pernah mengalami hal tersebut. Dan untuk tetap menjaga kerahasiaan dari HANDZOMERZ tersebut maka penulis merahasiakan identitas dari HANDZOMERZ tersebut.

Andy adalah seorang anak berusia 18 tahun. Ia merupakan anak sulung dalam keluarganya. Wajahnya tampan dan otaknya pun pintar serta memiliki bakat dalam memainkan alat musik, tetapi sangat disayangkan kondisi fisik Andy tidak sama dengan teman - teman seusianya. Ia mengalami kelumpuhan saat dia masih duduk di kelas 3 SD. Saat itu badan Andy panas, tenggorokannya terasa nyeri, dan badanya terasa lemas. Tetapi orangtuanya berpikir bahwa mungkin Andy terkena demam biasa. Tiga hari kemudian panas Andy tidak turun - turun juga dan akhirnya Andy dibawa ke rumah sakit umum yang berada di kotanya oleh orangtuanya. Pada saat tiba di rumah sakit, Andy pun segera dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa lebih lanjut. Dan ternyata Andy telah terserang virus polio. Orangtuanya pun tersentak kaget setelah mendengar pernyataan dokter. Setelah ditanya oleh dokter ternyata orangtua Andy tidak sempat memberikan Andy imunisasi Polio pada saat itu sebab mereka tinggal di daerah pedalaman yang jauh dari puskesmas dan rumah sakit. Ayah Andy sering bertugas di daerah pedalaman sebab ayahnya bekerja di kantor kehutanan dan bertugas sebagai polisi hutan. Jadi merekapun sering berpindah - pindah tempat. Orangtua Andy hanya bisa menangis dan menyesali semuanya tetapi apa mau dikata jika semuanya telah terjadi. Andy pun harus mengalami semuanya.

Meskipun dengan kondisi fisik yang seperti itu, Andy bukanlah anak yang pantang menyerah. Ia selalu berusaha untuk bisa bangkit dari keterpurukannya dan bergaul layaknya anak normal. Ia selalu berusaha berteman dengan siapa saja tanpa adanya rasa minder sedikitpun. Ia juga selalu berusaha untuk tidak mendapatkan teman hanya karena rasa iba kepada dirinya. Teman - temannya pun sangat menyayangi Andy begitu pula sebaliknya. Yang namanya manusia tentunya tidak luput dari kesalahan. Suatu hari Andy berjalan dengan menggunakan kursi rodanya. Ia bermaksud untuk berjalan - jalan mengelilingi kompleksnya. Saat Andy ingin berhenti di depan sebuah rumah, ia menabrak sebuah pagar bambu sebab rem yang terdapat pada kursi rodanya putus. Ternyata pagar rumah tersebut adalah milik temannya dan sialnya lagi pagar tersebut baru saja dibuat. Andy pun meminta maaf kepada temannya tetapi temannya tidak bisa memaafkan Andy. Memang terdengar sepele masalahnya tetapi menurut teman Andy itu adalah pagar yang sudah dibuatnya susah payah. Andy terus meminta maaf tetapi karena emosi yang meluap - luap maka Andy pun dipukul oleh temannya sendiri dan dengan spontan temannya berkata, " ayo lawan aku tetapi sebelum kamu bisa berlari sendiri sebaiknya kamu latihan dulu..!!". Andy pun bersedih dan tidak tahu harus berbuat apalagi sebab tidak mungkin baginya untuk bisa melawan temannya karena kondisinya. Ia pulang ke rumahnya dan hanya bisa memendam rasa sakitnya. Keesokkan harinya Andy berjalan - jalan lagi mengelilingi kompleksnya tentunya dengan menggunakan kursi rodanya yang telah diperbaiki remnya. Saat Andy menghentikan kursi rodanya di lapangan yang berada di kompleksnya, ia bertemu dengan temannya yang kemarin telah memukulnya. Dan dengan sombongnya temannya berkata," bagaimana sudah latihan lari belum supaya bisa melawan aku??". Setelah mengatakan itu temannya pun tertawa terbahak - bahak dan merasa bahwa itu adalah sebuah lelucon yang sangat lucu. Tetapi tidak bagi Andy, kata - kata itu bagaikan pisau yang sangat tajam yang langsung menusuk dan melukai hati Andy. Andy hanya terdiam dan langsung pulang menuju rumahnya dengan wajah bersedih. Kini Andy hanya bisa merenungi semua yang terjadi pada dirinya dan menjadi putus asa.

Disaat yang sama pula ketika Andy pulang ke rumahnya, ibunya melihat Andy tidak seperti biasanya. Ibunya pun bbertanya kepada Andy dan Andypun menceritakan semuanya kepada ibunya. Dengan bijak ibunya berkata, " serahkanlah semuanya kepada Tuhan sebab Ia Maha Pengasih dan Maha Adil. Andy menuruti kata - kata ibunya dan ia pun menjadi semangat kembali. Kini ia hanya bisa duduk di kamarnya dan memainkan gitarnya sebagai pelipur lara. Meskipun ia sering ditertawakan oleh teman - temannya tetapi ia telah menjadi seseorang yang lebih tabah dan karena ketabahannya itu akhirnya ia mendapatkan pekerjaan untuk mengajarkan anak - anak lain dalam bermain musik. Dari situlah ia menjadi lebih percaya diri sebab meskipun fisiknya tidak memungkinkan ia bekerja tetapi ia mampu melakukannya juga. Kini ia bisa menghasilkan uang sendiri tanpa harus mengandalkan orangtuanya sepenuhnya. Mungkin ia sering diejek oleh teman - temannya karena kekurangannya tetapi hal tersebut tidak bisa melumpuhkan lagi rasa percaya dirinya sebab ia beranggapan bahwa teman - temannya boleh saja menertawai dan mengejek dirinya tetapi sebenarnya mereka sedang menertawai dan mengejek diri mereka sendiri sebab mereka tidak bisa sama seperti dirinya yang tidak meminta - minta uang dari orangtuanya hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Banyak hal yang dapat dipetik dari cerita tadi. Dimana jika si Andy saja yang lumpuh bisa mencari uang sendiri kenapa kita sebagai orang normal tidak bisa melakukannya??. Masih banyak anak yang sering bangga dan merasa bahwa dirinya yang paling hebat dari orang lain sampai - sampai kelemahan atau kekurangan seseorangpun dianggapnya sebagai lelucon. Saat ini ia boleh tertawa tetapi jika hal tersebut terjadi pada dirinya atau keluarganya maka ia akan merasa terpuruk pula bahkan lebih terpuruk lagi jika ia bertemu dengan orang yang telah di ejeknya dulu. Perilaku yang ditunjukkan oleh teman dari Andy tadi bukanlah sebuah perilaku yang terpuji. Menertawakan kekurangan orang akan menjadi sebuah lemparan balik bagi diri kita sendiri. Jika kita pikirkan kembali, penyakit tersebut bukanlah suatu hal yang diinginkan oleh si Andy tetapi ia harus menjalaninya. Yakinlah bahwa jika kita menertawakan penyakit seseorang ataupun kelemahan seseorang sekarang maka suatu saat kita akan mengalami sesuatu yang lebih buruk dari orang tersebut sebab ada waktunya kita untuk merasakan segala sesuatu yang orang lain rasakan bahkan lebih buruk lagi karena itulah yang dinamakan karma. Oleh sebab itu hargailah apapun yang menjadi kelemahan seseorang sebab itu adalah takdirnya yang harus dijalani olehnya. Dan ingatlah bahwa karma itu akan selalu ada di dalam dunia ini dan kita tidak bisa memungkirinya. Jika kita selalu baik kepada seseorang maka kita akan mendapatkan yang lebih baik dari yang telah kita berikan begitupula sebaliknya.

Sabtu, September 19, 2009

KEADILAN

Jika kita membahas tentang arti dari keadilan yang sebenarnya maka kita akan berpikir bahwa adil adalah membagi sama rata dimana jika kita memberikan sesuatu kepada orang lain maka kita juga harus membaginya sama rata dengan yang lainnya pula. Tetapi sebenarnya adil itu bukan hanya membagi segala sesuatu dengan jumlah yang sama tetapi arti dari adil itu sendiri adalah bagaimana kita menyikapi perbuatan atau tingkah laku kita diluar dan di lingkungan keluarga. serta apa yang kita katakan sesuai dengan apa yang kita lakukan. Misalnya jika kita terlihat sangat sopan diluar maka hal yang sama harus kita lakukan dalam kehidupan kita di dalam lingkungan keluarga pula. Apabila kita hanya terlihat baik dimata orang sedangkan di keluarga kita terlihat seperti orang yang sukar untuk dinasehati ataupun diberikan petunjuk maka sebenarnya kita telah berlaku tidak adil terhadap diri kita sendiri. Mungkin kita merasa apa yang kita lakukan selama ini sudah baik dimata orang tetapi bagaimana dengan anggapan orang yang selalu ada di keluarga kita??? . Seperti yang dikatakan tadi bahwa adil itu bukanlah semata - mata memberikan jumlah yang sama kepada orang lain tetapi harus diingat bahwa sebenarnya yang kita lakukan itu hanya semata - mata adil bagi diri orang lain bukan untuk diri kita. Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa bertindak adil??. Jawabannya ada pada diri kita sendiri, apakah kita bisa berbuat seperti yang dikatakan tadi bahwa harus memiliki sikap dan perilaku yang sama di dalam keluarga ataupun diluar agar kita bisa merasakan keadilan yang sebenarnya.

Selama ini mungkin kita telah lupa bahwa sebenarnya antara perilaku dan apa yang kita bicarakan tidak semuanya sama dan itulah yang menyebabkan kita tidak pernah merasa tenang dan bahagia. Hati kita menuntut untuk melakukan yang terbaik tetapi tindakan kita justru sebaliknya dalam merealisasikan permintaan batin kita. Coba kita renungkan sejenak, apakah selama ini kita telah melakukan segala sesuatu sesuai dengan kata hati kita?? apakah selama ini kita telah berbuat adil terhadap diri kita dan orang lain???. Tentunya kita akan mengingat kembali semua kejadian yang pernah kita lakukan dalam hidup ini dan dalam kejadian - kejadian tersebut kita akan merasa bahwa selama ini kita telah berbuat tidak adil terhadap diri pribadi dan orang lain. Sebenarnya itu akan menjadi dasar pedoman hidup kita dalam berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat dan keluarga.

Kita harus melihat bahwa bukan hanya diri kita yang menuntut untuk berbuat adil tetapi negara pun telah menyatakan sebuah dasar dari konstitusi negara kita bahwa kita harus adil dimana itu tertera dalam Pancasila sebagai ideologi negara kita tepatnya pada sila ke - 2 ( Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ). Sila tersebut tentunya telah menunjukkan suatu tahapan yang sangat maju dimana rakyat Indonesia dituntut untuk berbuat adil terhadap sesama manusia baik dalam kehidupan sosial maupun pribadi. Itu juga yang telah menjadi landasan hukum di negara kita untuk menegakkan keadilan agar tidak ada lagi yang berbuat curang dan tidak adil terhadap sesama manusia. Manusia diciptakan untuk hidup bersama dan saling membantu agar tidak adalagi yang merasa sendiri dan dikucilkan tetapi pada kenyataannya manusia tidak melakukan apa yang telah dijadikan landasan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Banyak orang merasa iri sebab tidak adanya rasa keadilan dalam kehidupannya sehingga sering terjadi perpecahan dalam kehidupan sehari - hari. Hal tersebut yang telah menjadi momok dalam kehidupan kita sehingga kita sering merasa tidak nyaman tanpa tahu apa penyebabnya??.

Untuk itu ada baiknya jika keadilan itu benar - benar dilakuakan dengan tepat tanpa paksaan dan berasal dari hati yang tulus. Agar kepuasan dalam berbuat adil akan benar - benar dirasakan sehingga kita benar - benar menjadi manusia yang utuh bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Semua yang kita lakukan hendaknya demi kebaikan bersama tanpa ada satu pihak yang dirugikan termasuk diri kita sendiri. Dengan demikian kepuasan dan kebahagiaan yang sesungguhnya akan benar - benar dirasakan. Memang benar pengorbanan demi keadilan akan kita lakukan suatu saat nanti tetapi ingat bahwa pengorbanan yang sebenarnya adalah pengorban yang dilakukan secara adil dan tentunya bermanfaat serta dapat menyadarkan orang lain untuk bertindak dengan benar suatu saat nanti agar tidak jatuh kedalam lubang yang sama lagi. Suatu peringatan kepada kita bahwa bertindak adil tidak selamanya harus merugikan diri kita sendiri sebab jika hal tersebut sering kita lakukan maka kita telah berbuat tidak adil terhadap diri kita. Dimana tidak ada suatu manfaat pun yang akan kita rasakan jika sikap adil kita tidak dihargai oleh orang lain. Berbuatlah adil sesuai kata hatimu dan biarkanlah keadilan itu selalu menjadi motivasimu dalam betutur dan bertindak.

Selasa, September 15, 2009

HADAPILAH HIDUPMU....!!!!!

Masa lalu akan selalu tetap ada dan akan selalu begitu. Bagaimana mungkin seseorang bisa melupakan masa lalunya begitu saja. Banyak hal tentunya yang telah terjadi di masa itu tetapi sedikit hal yang dapat dimengerti oleh seseorang. Dalam hidup banyak kejadian yang terjadi tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa setiap hal yang terjadi itu adalah pelajaran bagi dirinya sendiri. Bagaimana seseorang harus bisa menyikapi masalah demi masalah dan menghadapinya dengan penuh ketenangan dan logika??. Hal yang paling dibenci mungkin adalah hal yang terburuk tetapi bagiku itu adalah yang terindah sebab dari situlah aku belajar. Yakinilah bahwa setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya asalkan kita selalu mengingat Dia. Ia tak mungkin meninggalkan kita sampai kapanpun dan dimanapun. Satu hal yang perlu diingat adalah Ia selalu memberikan yang terbaik buat kita.

Terkadang banyak orang yang pasrah akan nasibnya sendiri. Mereka tak mau berusaha menjadi lebih maju. Ada yang mengatakan bahwa dari lahir aku sudah miskin jadi buat apalagi aku berusaha untuk menjadi kaya sebab itu adalah hal yang mustahil. Sebenarnya itu bukanlah hal yang mustahil sebab keajaiban bukan datang sendiri tetapi keajaiban itu datang jika kita mau untuk berusaha. Itulah hal yang kuyakini juga. Dari dahulu banyak orang yang selalu gagal dalam hidupnya tetapi dari sekian banyak orang gagak cuma sedikit yang akhirnya berhasil dan sukses. Jawabannya cuma satu yaitu PANTANG MENYERAH. Mereka tidak pernah malu dengan kegagalan yang mereka alami sebab kegagalan itulah yang mengajarkan mereka untuk tidak melakukan kebodohan yang kedua kalinya. Seorang Thomas Alva Edison tidak mungkin dalam sekali mencoba langsung menemukan bolam lampu tetapi membutuhkan waktu yang lama dan tentunya usaha yang keras serta pengalaman. Ia bisa sukses dan dikenal oleh banyak orang karena keberhasilannya tetapi tidak ada satupun yang akan mengingatnya jika ia mengalami kegagalan. Itulah manusia dimana setiap orang jarang sekali memperhatikan yang lainnya. Mereka akan memperhatikan seseorang jika sudah terjadi sesuatu pada orang tersebut. Secara logisnya dapat dikatakan bahwa rasa toleransi antar sesama manusia sudah mulai pudar dan itu akan hilang seiring perkembangan zaman.

Dalam keseharian seseorang, ia akan bertemu dengan banyak orang. Salah satunya adalah tetangganya sendiri. Tetapi dewasa ini banyak orang yang sudah menghilangkan rasa kebersamaan antar tetangga. Yang ada justru hanya fitnah dan rasa iri belaka. Kalau diperhatikan secara seksama maka prinsip yang sudah berlaku dalam kehidupan ini adalah urusanmu adalah urusanmu dan urusanku adalah urusanku atau dalam bahasa gaulnya Lo ya lo, gw ya gw....Hal itu sebenarnya harus dihindari sebab tidak ada manusia di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Meskipun ia bisa melakukan sesuatu tetapi tidak menutup kemungkinan untuk membutuhkan bantuan orang lain. Semua makhluk di dunia ini diciptakan dengan memiliki partnernya masing - masing. Tidak hanya manusia saja tetapi hewan pun demikian halnya. Ada banyak hal sebenarnya yang akan kita pelajari jika kita benar - benar mengambil hikmah dari semua itu. Mungkin saat ini kita mengalami depresi karena diputusin oleh pacar, tunangan, ataupun orang - orang yang kita cintai tapi sadarkah kita bahwa sebenarnya itulah cara Ia menunjukkan kepada kita bahwa orang yang selama ini kita sayangi bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan partner dalam hidup kita. Atau mungkin dalam hidup kita sering mengalami kekecewaan entah karena cinta, pekerjaan, ataupun yang lainnya. Tetapi sadarkah kita bahwa itu juga merupakan cara Nya memberitahu kita bahwa selama ini kita tidak pernah berusaha lebih giat lagi untuk mendapatkan sesuatu yang tepat sesuai dengan yang Ia rancangkan untuk kita.

Dengan berbagai masalah maka kita akan menjadi dewasa dari hari ke hari. Dan jika ada yang beranggapan bahwa masalah itu cuma membawa kesialan dalam hidup kita ternyata tidak semuanya benar. Itu mungkin anggapan dari orang - orang yang benar - benar pasrah akan nasibnya tanpa ada usaha sedikitpun. Kita hidup di dunia ini untuk terus berusaha dan belajar sebab tanpa itu semua maka segala sesuatu yang kita lakukan akan sia - sia belaka dan tentunya harus diimbangi dengan doa agar Ia pun membantu kita dalam usaha yang kita lakukan. Jangan pernah menyerah meskipun dalam keadaan apapun sebab jika kita menyerah begitu saja maka kita tidak akan pernah menemukan takdir kita yang sebenarnya dimana jika kita kaitkan kembali dengan ilmu agama maka takdir sebenarnya dari manusia adalah untuk mendapatkan dan menguasai isi dunia ini serta memeliharanya. Apapun yang dipikirkan kita saat ini tentang nasib kita sebaiknya dibuang jauh - jauh karena nasib kita bukan seperti saat ini yang hanya bisa menerima saja tapi nasib dan takdir kita akan benar - benar tercapai jika ada usaha dari kita sendiri dan tentunya bantuan dari orang lain. Kita tidak perlu lagi merasa malu, iri, ataupun yang lainnya terhadap orang - orang disekitar kita. Jika kita merasa bahwa mereka tidak akan memperhatikan kita maka kitalah yang terlebih dahulu memperhatikan mereka dan membantu mereka sampai merekapun tersadar dan akhirnya rasa kebersamaan itu akan kembali hidup diantara kita. Jika bukan kita yang memulainya maka siapa lagi yang akan mengawali semua itu???. Dan jangan pernah sekalipun kita memperhitungkan apa yang telah kita berikan kepada seseorang sebab itulah yang akan diperhitungkan oleh-Nya disaat kita kembali padaNya. Semua yang kita berikan janganlah kita perhitungkan tetapi perhitungkan seberapa banyak yang telah kita terima dari seseorang,tentunya kebaikannya. Apapun yang kita perbuat sebaiknya menguntungkan bagi diri kita dan orang lain tetapi jika suatu saat kita dihadapkan kepada situasi dimana kita akan dirugikan tetapi demi kebaikan orang lain maka lakukanlah senan itu juga adalah sebuah kebaikan yang telah kita lakukan. Meskipun pengorbanan itu tidak dianggap oleh mereka tetapi setidaknya kita telah berusaha untuk menolong mereka. Orang - orang akan sadar bahwa selama ini mereka salah jika telah terjadi sesuatu yang buruk pada diri mereka, dan sebagian dari mereka akan mengingat Dia.

Apa yang harus dilakukan jika seseorang telah melakukan kesalahan yang besar??. Jawabannya adalah berusaha untuk memperbaikinya dan berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya sebab kepercayaan seseorang sangatlah mahal harganya dan tak dapat dinilai dengan harta duniawi. Oleh sebab itulah kita harus berusaha dan berusaha sebab dalam usaha, kita akan menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang selama ini muncul dalam benak kita. Dan ingatlah bahwa kegagalan itu bukanlah sebuah aib tetapi itu sangat manusiawi asalkan kita terus mencoba dan pantang menyerah sampai menemukan jawaban sebenarnya. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Ia di muka bumi ini dan kesempurnaan itulah yang harus kita pergunakan sebijak mungkin agar tidak disalah artikan. Mulai saat ini kita harus bisa menjadi seseorang yang penuh optimisme dan tidak akan pernah malu dengan kegagalan kita, tentunya untuk kebaikan kita dan orang lain. BERSEMANGATLAH.......!!!!!!!!!!!